Thursday, November 19, 2015

Mengatasi Alergi Telur dengan Telur

Alergi telur tidak jarang dialami anak-anak. Utk menghindari alergi telur umumnya disarankan tak makan telur. Namun waktu ini peneliti sudah menemukan kiat jitu buat mengatasi alergi telur adalah bersama memberikan putih telur dalam dosis yg dinaikkan.

Mengatasi Alergi Telur dengan Telur
Studi yg dilakukan Hopkins Children di AS menemukan bahwa anak-anak yg konsumsi telur dgn dosis protein yg lebih tinggi nyata-nyatanya bakal mengatasi alergi telur yg dialaminya.

Penemuan sudah dipresentasikan terhadap jumpa tahunan American Academy of Allergy, Asthma dan Immunology terhadap 2 Maret 2010 seperti dilansir Indiavision, Rabu (3/2/2010).

Penemuan diawal mulanya di Hopkins Children serta menunjukkan pendekatan yg sama. Penemuan tersebut dikenal bersama oral immunotherapy, yg sudah sukses diperlukan utk mengobati alergi susu terhadap anak.
Sekian Banyak anak dalam penelitian alergi susu ini sudah sukses mengatasi kondisi mereka & tidak sedikit yg mengalami gejala alergi lebih ringan sesudah diterapi.
Saat Ini para peneliti melaporkan hasil yg amat sangat menggembirakan terhadap anak-anak alergi yg pada telur.

"Seperti yg kita perhatikan terhadap pasien bersama alergi susu diawal mulanya, oral immunotherapy utk anak alergi telur bekerja secara yg sama, namun dgn pelatihan system imun yg perlahan buat menolerir alergen yg menyebabkan reaksi alergi," kata Robert Wood, MD, direktur Allergy dan Immunology di Hopkins Children.
Para peneliti menyampaikan hasil awal ini membutuhkan pemantauan jangka panjang kepada pasien. Mereka pula memperingatkan bahwa oral immunotherapy bakal dilakukan cuma pada alergi pediatrik yg terlatih.

Dalam penelitian tatkala 11 bln pada 55 anak umur 5-18 thn, peneliti memberikan putih telur dgn dosis yg dinaikkan pada 40 pasien sewaktu lakukan tantangan makanan yg diadakan di suatu klinik dibawah pengawasan seseorang dokter. Sementara 15 anak-anak menerima plasebo, makanan seperti putih telur tapi tak mengandung protein telur.
Di akhir penelitian, lebih dari separuh anak-anak yg makan telur (21 dari 40 anak) bakal menolerir 5 gr telur tidak dengan reaksi alergi. Sebaliknya, tidak satupun anak yg makan telur plasebo dapat menolerir telur sewaktu laksanakan tantangan makanan tersebut.

Para peneliti mengemukakan gejala-gejala ringan sampai sedang yg muncul dari alergi telur ini berupa gatal pula pembengkakan terhadap mulut & tenggorokan. 
Seperti dilansir Kidshealth, telur sebenarnya makanan yg bagus sebab mengandung protein buat pertumbuhan tubuh & perkembangan otak anak. Waktu seorang alergi pada telur, sehingga system kekebalan tubuhnya dapat bereaksi berlebihan kepada protein dalam telur.
Tiap-tiap makanan yg terbuat dari telur masuk ke system pencernaan sehingga badan orang yg alergi telur bakal berpikir bahwa protein ini berbahaya.

Seterusnya oleh system kekebalan badan direspons dgn membuat antibodi spesifik utk melawan makanan yg dianggap badan berbahaya itu. Antibodi imunoglobulin E (IgE) dapat memicu pelepasan bahan kimia tertentu ke dalam badan, salah satunya yakni histamin.

Nah, disaat orang yg alergi telur makan makanan yg mengandung telur, system kekebalan tubuhnya dapat mengeluarkan bahan-bahan kimia buat melindungi badan. Pelepasan bahan kimia inilah yg mempengaruhi system pernapasan, saluran pencernaan, kulit, & system kardiovaskular. Alergi ini menyebabkan gejala seperti sesak napas, mual, sakit kepala, sakit perut & gatal gatal-gatal.
Umumnya orang yg alergi telur kepada protein dalam putih telur, namun sekian banyak orang pula tak sanggup menolerir protein dalam kuning telur. Alergi telur rata rata muncul kala batita & bertambah serius dikala usianya mencapai 5 th.

No comments:

Post a Comment